Berbagi Pengalaman – Perencanaan Pembelajaran dalam Setting Pendidikan Inklusif

https://whynoto.blogspot.com/2021/09/jawaban-berbagi-pengalaman-perencanaan-pembelajaran-pendidikan-inklusif%20.html

Penyusunan RPP selama ini sesuai dengan Format RPP Kurikulum 2013 berdasarkan Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 Tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah yang terdapat komponen RPP, yaitu:

1.Identitas sekolah yaitu nama satuan pendidikan
2.Identitas mata pelajaran atau tema/subtema
3.Kelas/semester
4.Materi pokok
5.Alokasi waktu
6.Tujuan pembelajaran
7.Kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi
8.Materi pembelajaran
9.Metode pembelajaran
10.Media pembelajaran

11.Sumber belajar
12.Langkah-langkah pembelajaran
13.Penilaian hasil belajar

Langkah-langkah pembuatan RPP sebagai berikut

1. Mengisi Identitas RPP
2. Mencantumkan Tujuan Pembelajaran
3. Mencantumkan Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
4. Mencantumkan Materi Pembelajaran
5. Memilih Metode Pembelajaran
6. Memilih Media Pembelajaran
7. Memilih Sumber Belajar
8. Membuat Langkah-langkah Pembelajaran
9. Membuat Penilaian Hasil Belajar

Eksplorasi Konsep – Profil Belajar Siswa

Pengertian disabilitas fungsional oleh WHO adalah hal yang menghambat atau mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitas karena suatu kondisi. Contoh, peserta didik tidak dapat membaca ukuran tulisan “awas” atau sulit membaca tulisan di papan tulis, atau sulit berjalan dan menaiki tangga, atau sulit mengikuti aturan, atau sulit berteman, dan lain-lain.

Identifikasi disabilitas fungsional dilakukan untuk memberikan informasi dan  membantu guru mengidentifiksai dalam menentukan ragam dan tingkat disabilitas fungsional yang ditemukan pada siswa dengan mengisi instrumen PBS. Kita seharusnya mulai berpikir dan melihat kesulitan apa saja yang ditemukan pada peserta didik dalam melakukan aktivitas, dalam berpartisipasi dalam pembelajaran. Tidak lagi melihat gangguan pada bagian anggota tubuh, dan tidak terlalu berpikir tentang penyebab peserta didik mengalami kesulitan, yang haru kita pikirkan adalah bagaimana peserta didik dapat memaksimalkan potensi yang dia miliki, mereduksi hambatan yang dia alami, dan memenuhi kebutuhan belajarnya.

Identifikasi kesulitan disabilitas fungsional dapat dilakukan oleh siapa saja. Guru atau sekolah akan lebih tepat dan sesuai untuk melihat kesulitan yang dialami peserta didik dalam aktifitas dan partisipasi di lingkungan sekolah, dan tidak tepat bagi guru untuk menentukan atau melabeli peserta didik “A” adalah penyandang disabilitas Autis, peserta didik “B” penyandang disabilitas lamban belajar, dan lain sebagainya. Untuk menentukan hal tersebut guru tidak mempunyai kewenangan. Oleh karena itu, biarkan tenaga medis/psikolog yang melakukan hal tersebut, karena mereka punya kewenangan untuk hal tersebut.

Untuk mempelajari lebih lanjut tentang materi PBS, Anda dipersilakan untuk mempelajari materi ini dari sumber-sumber lainnya dengan hashtag (#) atau keyword Pendidikan Inklusif, disabilitas, Identifikasi, keberagaman peserta didik, dan lain sebagainya. Untuk membantu Anda belajar berikut kami lampirkan eksplorasi konsep tentang PBS.

Aktivitas 3 – Profil Belajar Siswa

ada kegiatan ini, Anda dapat memberikan gambaran PBS meliputi kumpulan informasi tentang peserta didik disabilitas terutama yang berkaitan dengan:

  • Hasil identifikasi kesulitan disabilitas fungsional yang ditemukan pada, informasi dari  orang tua/wali atau mungkin diagnosis dari dokter;
  • Hasil identifikasi kebutuhan dan dukungan pembelajaran meliputi: alat bantu, seperti kursi  roda dan akomodasi yang layak, tambahan waktu atau penggunaan notulensi selama ujian, kebutuhan guru pembimbing khusus (GPK), atau tenaga lainnya,
  • Kebutuhan aksesibilitas lingkungan sekolah, dan kebutuhan program pembelajaran kompensatoris seperti bahasa isyarat, braille, orientasi mobilitas, dan lain sebagainya;
  • Informasi bagi orang tua tentang akses layanan rujukan untuk memastikan disabilitas, seperti ke dokter mata, dokter puskemas, terapis, dan lain-lain;
  • Untuk memperoleh gambaran PBS mengenai kesulitan fungsional, silakan Anda lengkapi format gambaran PBS di bawah ini..

Eksplorasi Konsep Desain Universal untuk Pembelajaran

  1. Desain universal 

Desain universal adalah desain dan komposisi dari suatu lingkungan sehingga dapat diakses, dipahami, dan digunakan semaksimal mungkin oleh semua orang tanpa memandang usia, ukuran, kemampuan, atau kecacatannya (Otoritas Disabilitas Nasional, 2019). 

http://universaldesign.ie/What-is-Universal-Design/ 

  1. Universal Design for Learning

UDL adalah kerangka kerja dengan seperangkat prinsip untuk belajar dan mengajar, berdasarkan wawasan ilmiah tentang bagaimana manusia belajar untuk meningkatkan dan mengoptimalkan pengajaran serta pembelajaran bagi siswa dengan kebutuhan belajar yang beragam, termasuk, siswa penyandang disabilitas.

Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai desain dapat dipelajari pada link berikut:

  1. https://www.cast.org/impact/universal-design-for-learning-udl
  2. http://www.suryadisabilitas.com/2020/10/pengertian-prinsip-konsep-universal-design-for-learning-udl-pendidikan-khusus-disabilitas.html
  3. https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=&cad=rja&uact=8&ved=2ahUKEwjXvpOAuuDxAhUJSX0KHcqlCu8QFjABegQIBhAD&url=http%3A%2F%2Fdigilib.mercubuana.ac.id%2Fmanager%2Ft!%40file_artikel_abstrak%2FIsi_Artikel_523599044191.pdf&usg=AOvVaw2zfJdZmhVA0WJflET4Y0LJ
  4. Prinsip UDL
  1. Multiple means of engagement 🡪 Melakukan berbagai cara keterlibatan peserta didik dalam mendukung pembelajaran afektif (yaitu, mengapa kita belajar): Mempertimbangkan bagaimana melibatkan peserta didik guna merangsang minat dan memotivasi dalam proses belajar melalui kegiatan seperti pembelajaran kolaboratif, permainan dan simulasi, nyata dan virtual.
  2. Multiple means of representation 🡪 Menyediakan berbagai sarana yang memadai untuk mendukung pembelajaran yang dapat  memberikan makna (Menyediakan konten melalui berbagai cara, seperti diskusi, bacaan, teks digital, dan presentasi multimedia)
  3. Multiple means of action and expression 🡪 Menyediakan berbagai cara yaitu berupa tindakan dan ekspresi dalam upaya mendukung proses pembelajaran yang strategis (yaitu, bagaimana kita belajar): Memberikan kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan pemahaman mereka dalam berbagai cara seperti melalui tes atau makalah, melalui seni, presentasi multimedia, dan rekaman digital.

Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai desain dapat dipelajari pada link berikut:

  1. https://udlguidelines.cast.org/
  2. http://www.suryadisabilitas.com/2020/10/prinsip-universal-design-for-learning-udl-pendidikan-inklusif.html

Daftar Nilai Latihan Jelajah Matematika Ayo Berlatih 2.11 & 2.13

No.Nama Siswa2.112.13
1Ahmad Azka Syawal100100
2Andi Hudzaifah Al Atsary100100
3Arjuna Baraka Riznov100100
4Arsyad Hadi Kusuma100100
5Ayyash Hilal Muhammad100100
6Danial100100
7Dzaki Khairi Hilmi100100
8Faikar Aufa Azka100100
9Fathan Hylmi Rashdan100100
10Muhamad Fargad100100
11Muhammad Akhtar100100
12Muhammad Fadlan Al Akmal100100
13Muhammad Nabil Azzaki100100
14Muhammad Rasyad Abdad100100
15Muhammad Yafi Arrayyan100100
16Omar Arsyad Zulkarnain100100
17Zidan Pratama Ramadhan100100
18Alta Az Zubair Aldino
19Edric Saum Hadi
20Gandy Turnell Prosperoshi100100
21Muhammad Afham Fawwaz
22Muhammad Athallah Al Ghifari
23Muhammad Radik
24Muhammad Rizqy Fauzan
25Nabil Abiyyu

Pengantar Desain Universal untuk Pembelajaran

Dalam setting pendidikan inklusif, guru dihadapkan pada keragaman peserta didik baik dalam potensi, tantangan maupun kebutuhannya. Hal ini tentu saja dapat menjadi stimulus yang positif bagi guru untuk terus mengembangkan rencana pembelajaran yang dapat mengakomodasi keberagaman di kelasnya.  

Universal Design for Learning (UDL) atau desain universal untuk pembelajaran adalah sebuah kerangka pembelajaran bagi peserta didik dengan kebutuhan belajar yang beragam dan menekankan pada pembejalaran yang fleksibel, bermakna serta keterlibatan. UDL dapat dijadikan sebagai kerangka kerja bagi guru dalam menyusun rencana pembelajaran yang lebih efektif di sekolah penyelenggara pendidikan inklusif (SPPI).

Materi pada modul ini membahas apa itu desain universal, implementasi desain universal untuk pembelajaran, konsep dasar UDL, definisi, tujuan dan prinsip-prinsip UDL. Peserta pun akan belajar melakukan pengumpulan data dan informasi terkait dengan potensi dan tantangan sekolah serta menganalisisnya guna mendukung implementasi UDL sesuai dengan pembelajaran di sekolah masing-masing.

Desain Universal untuk Pembelajaran

Selamat datang di Sesi Desain Universal untuk Pembelajaran.
Sebelum mengikuti aktivitas-aktivitas pada sesi ini, silakan mempelajari tujuan belajar, kompetensi dasar, dan indikator pencapaian kompetensi berikut agar Anda sudah berkomitmen pada tujuan sesi ini dalam menjalankan setiap aktivitas nanti.

Tujuan

Peserta pelatihan dapat memahami konsep desain universal, konsep desain universal untuk pembelajaran (Universal Design for Learning/UDL), tujuan UDL, dan prinsip-prinsip UDL dengan baik. Hal tersebut dapat dilakukan melalui kegiatan membaca modul, menonton film, melakukan pengumpulan data potensi sekolah, serta menganalisisnya sebagai bahan pertimbangan dalam implementasi UDL sebagai kerangka penyusunan rencana pembelajaran di sekolah.

Kompetensi Dasar

Peserta pelatihan memiliki kemampuan untuk menjelaskan definsi desain universal beserta prinsip-prinsipnya, menjelaskan definisi, konsep dan prinsip desain universal untuk pembelajaran (Universal Design for Learning/UDL) serta mampu mengumpulkan dan menganalisis potensi dan tantangan yang dimiliki sekolah dan memanfaatkannya sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun rencana pembelajaran berdasarkan kerangka kerja UDL.

Indikator Pencapaian Kompetensi

  1. Peserta mampu menjelaskan konsep desain universal dan prinsip-prinsipnya dengan tepat dalam bentuk mind map, flowchat, poster, atau infografis lainnya.
  2. Peserta mampu menjelaskan landasan dan definisi UDL dengan tepat dalam bentuk mind map, flowchat, poster, atau infografis lainnya.
  3. Peserta mampu mengumpulkan data potensi sekolah dan mengalisisnya sebagai bahan pertimbangan dalam implementasi UDL di sekolahnya masing-masing.
  4. Peserta mampu membuat contoh implementasi dari prinsip-prinsip UDL sesuai dengan pembelajaran yang ada di sekolah masing-masing.

Daftar Nilai Jelajah IPS Halaman 45

No.Nama SiswaNilai
1Ahmad Azka Syawal100
2Andi Hudzaifah Al Atsary100
3Arsyad Hadi Kusuma100
4Ayyash Hilal Muhammad100
5Danial100
6Dzaki Khairi Hilmi100
7Muhamad Fargad100
8Muhammad Nabil Azzaki100
9Muhammad Rasyad Abdad100
10Nabil Abiyyu100
11Omar Arsyad Zulkarnain100
12Zidan Pratama Ramadhan100
13Muhammad Afham Fawwaz75
14Muhammad Fadlan Al Akmal63
15Alta Az Zubair Aldino0
16Arjuna Baraka Riznov0
17Edric Saum Hadi0
18Faikar Aufa Azka0
19Fathan Hylmi Rashdan0
20Gandy Turnell Prosperoshi0
21Muhammad Akhtar0
22Muhammad Athallah Al Ghifari0
23Muhammad Radik100
24Muhammad Rizqy Fauzan0
25Muhammad Yafi Arrayyan0
Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai