| No. | Nama Siswa | Ayo Berlatih 2.4 | Ayo Berlatih 2.5 |
| 1 | Ahmad Azka Syawal | 100 | 100 |
| 2 | Alta Az Zubair Aldino | 100 | 100 |
| 3 | Andi Hudzaifah Al Atsary | 100 | 100 |
| 4 | Arjuna Baraka Riznov | 100 | 100 |
| 5 | Arsyad Hadi Kusuma | 100 | 100 |
| 6 | Ayyash Hilal Muhammad | 100 | 100 |
| 7 | Danial | 100 | 100 |
| 8 | Dzaki Khairi Hilmi | 100 | 100 |
| 9 | Edric Saum Hadi | 100 | 100 |
| 10 | Faikar Aufa Azka | 100 | 100 |
| 11 | Fathan Hylmi Rashdan | 100 | 100 |
| 12 | Gandy Turnell Prosperoshi | 100 | 100 |
| 13 | Muhammad Afham Fawwaz | 100 | 100 |
| 14 | Muhammad Akhtar | 100 | 100 |
| 15 | Muhammad Athallah Al Ghifari | 100 | 100 |
| 16 | Muhammad Fadlan Al Akmal | 100 | 100 |
| 17 | Muhammad Fargad | 100 | 100 |
| 18 | Muhammad Nabil Azzaki | 100 | 100 |
| 19 | Muhammad Radik | 100 | 100 |
| 20 | Muhammad Rasyad Abdad | – | – |
| 21 | Muhammad Rizqy Fauzan | 100 | 100 |
| 22 | Muhammad Yafi Arrayyan | 100 | 100 |
| 23 | Nabil Abiyyu | 100 | 100 |
| 24 | Omar Arsyad Zulkarnain | 100 | 100 |
| 25 | Zidan Pratama Ramadhan | 100 | 100 |
TANDA PETIK (“….”)
Umumnya, kita mengetahui tanda petik selalu berkaitan dengan petikan. Petikan disebut juga kutipan. Kita sering menjumpai tanda petik pada naskah drama, novel, dan teks berita. Tanda petik tidak hanya digunakan pada petikan saja. Ada beberapa aturan dalam penggunaan tada petik. Bakhan, penggunaan tanda petik dua (” “) dan tanda petik satu (‘ ‘) pun berbeda. Simak penjelasan berikut untuk mengetahui bedanya tanda petik dua dan satu: Tanda Petik Dua Penggunaan tanda petik dua (” “) diatur dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Berikut penjelasan singkat mengenai pemakaian tanda petik dua: Mengutip sumber Tanda petik digunakan sebagai pengapit kutipan langsung yang berasal dari seseorang, sumber pustaka, atau bahan tulis lain. Contohnya: – “Terbentur, terbentur, terbentuk,” kata Tan Malaka. – “Vaksin perlu diuji ulang,” kata dokter Giovani. “Kita juga perlu menelusuri, mengapa negara maju menolak peredaran vaksin tersebut.” – Menurut Pasal 28 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, “Kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum adalah hak asasi manusia yang dijamin oleh Undang-Undang Dasar 1945 dan Deklarasi Universal Hak-hak Asasi Manusia.” Mengutip judul Tanda petik dua digunakan untuk mengapit judul puisi, lagu, film, artikel, drama, naskah, atau bab dalam buku yang dipakai dalam kalimat. Contohnya: – “Marlina, si Pembunuh dalam Empat Babak” adalah film favorit saya. – Kelas VIII mementaskan naskah “Kapai-Kapai”. – Saya baru menyelesaikan bab “Apriori Historis dan Arsip” dalam Arkeologi Pengetahuan karya Foucault. Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu. Daftarkan email Istilah dan arti khusus Tanda petik dua digunakan untuk mengapit istilah ilmiah yang jarang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus. Contohnya: – Wartawan tidak boleh menerima “amplop”. – “Nirwana” berperan penting dunia seni rupa. Baca juga: Perbedaan Titik Dua dan Titik Koma Tanda Petik Satu Tanda petik satu disebut juga tanda petik tunggal. Berikut kaidah penggunaan tanda petik satu yang sesuai dengan PUEBI: Kutipan dalam kutipan Tanda petik satu digunakan untuk mengapit kutipan yang terdapat dalam kutipan lain. Contohnya: – “Tadi polisi datang, mendekat, tidak lama saya dengar bunyi ‘dor-dor’, saya langsung lari ke arah rumah warga,” terang Bahar, seorang simpatisan FPI yang terlibat bentrok. – Tanya Dicky, “Kamu sudah dengar ‘Home’? Itu lagu baruku.” Menandai makna Tanda petik satu digunakan untuk mengapit makna, terjemahan, atau penjelasan dari suatu kata atau ungkapan. Contohnya: – tersangka ‘yang disangka’ – sopi ‘minuman keras’ – besar kepala ‘sombong’ – keladi ‘tumbuhan berumbi yang dikonsumsi sebagai makanan pokok’
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Bedanya Tanda Petik Dua dan Satu”, Klik untuk baca: https://www.kompas.com/skola/read/2020/12/15/172251969/bedanya-tanda-petik-dua-dan-satu.
Penulis : Rosy Dewi Arianti Saptoyo
Editor : Nibras Nada Nailufar
Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L
Senjata Tradisional
- Senjata Tradisional DKI Jakarta “Golok”.

Senjata khas DKI Jakarta yang paling terkenal adalah golok. Dengan menjadi pusat Ibukota, kebudayaan Jakarta yang khas dengan Betawi mempunyai juga sangat populer. Walaupun keberadaan dari budaya Betawi sendiri cukup memprihatinkan. Budaya Betawi seolah tersisih dari kemodernisasian kota megapolitan.
Budaya Betawi sendiri hanya terdapat pada suatu kompleks kampung wisata Betawi setu babakan. Di destinasi wisata tersebut dapat dijumpai golok yang merupakan senjata khas Betawi. Bentuk dari senjata ini sangat sederhana jika dibandingkan dengan senjata dari berbagai macam suku lainnya. Golok Jakarta tidak terlalu panjang dan tidak terlalu pendek, hanya sekitar ±50 cm.
Dahulu setiap orang Betawi pasti mempunyai sebuah golok minimal 1 buah golok dalam satu rumah. Fungsi dari golok pun hanya sebagai perlindungan diri. Kini golok hanya dijadikan sebagai aksesoris pada pakaian tradisional adat Betawi. Terkadang, golok Betawi juga digunakan pada suatu pertunjukan seni tradisional, seni bela diri dan modern.
SOAL CERITA
Halaman 72. Contoh Soal

Ayo Berlatih 2.16
Selesaikan soal cerita berikut.
- Ayah membeli 12 kaus dan 8 celana. Barang-barang itu akan diberikan kepada anak-nak yatim piatu. Setiap anak menerima kaus dan celana dengan jumlah yang sama. Berapa jumlah anak terbanyak yang akan menerima pemberian Ayah? Berapa Jumlah kaus dan celan yang diterima oleh setiap anak?
- Dika mempunyai 12 pensil dan 20 buku. Ia ingin memberikan semua pensil dan buku tersebut kepada nak-anak kurang mampu. setiap anak menerima pensil dan buku dengan jumlah yang sama. Berapa anak paling banyak yang akan menerima pemberian Dika? Berapa pensil dan buku yang diterima masing-masing anak?
Latihan Soal
Pintar Bahasa Indonesia Halaman 42
B. Jawablah pertanyaan berikut berdasarkan cerita yang kamu dengar!
- Siapa sajakah tokoh cerita tersebut?
- Siapa tokoh utama cerita tersebut?
- Bagaimana sifat Anak Monyet?
- Apa yang terjadi setelah Anak Monyet makan pisang milik warga?
- Bagaimana akhir cerita tersebut?
C. Carilah kosakata sulit dalam cerita dan carilah artinya dalam kamus
| No. | Kosa-kata Sulit | Arti |
| 1 | Serakah | ……………………………………………………………………….. |
| 2 | Stoples | ……………………………………………………………………….. |
| 3 | Kemarau | ……………………………………………………………………….. |
| 4 | Nakal | ……………………………………………………………………….. |
| 5 | Lapar | ……………………………………………………………………….. |
Monyet Serakah
Pintar Bahasa Indonesia

Musim kemarau telah datang. Pohon-pohon di hutan mulai mengering. Akibatnya, persediaan makanan semakin menipis.
Di hutan itu, tinggal sekawanan monyet. Mereka hidup rukun dan damai. Namun, saat musim kemarau datang, mereka mulai memisahkan diri.
Ada yang pergi ke desa dekat hutan untuk mencuri makanan. Ada pula yang pindah ke hutan lain.
Suatu hari, pemimpin monyet mengumpulkan kawanannya di sebuah pohon besar, tempat mereka tinggal.
“Wahai, kawanan monyet. Jangan ada yang meninggalkan hutan ini. Di luar sana sangat berbahaya bagi kita semua,” seru pemimpin monyet.
Kawanan monyet itu pun mendengarkan pemimpin mereka, kecuali seekor anak monyet. Anak Monyet itu sangat nakal. Ia tak mau mendengar ucapan pemimpin monyet. Justru, Anak Monyet berencana akan ke rumah penduduk.
Rupanya, minggu lalu, Anak Monyet sudah pergi ke rumah penduduk. Di sana ada banyak sekali makanan. Anak Monyet pun merasa sangat senang. karena ia tak perlu kelaparan seperti kawanan monyet lain. Makanya, ia ingin kembali ke sana.
Hari ini, Anak Monyet pergi ke rumah penduduk. Ia sudah sangat lapar. Namun, ketika ia masuk ke salah satu rumah penduduk, tidak ada makanan sama sekali di sana. Ia hanya menemukan sepotong baju di kursi.
Tiba-tiba, muncul pemilik rumah. Ia melihat bajunya dipegang Anak Monyet. Ia pun meminta bajunya dari Anak Monyet. Namun, Anak Monyet tak mau menyerahkannya, kecuali ditukar dengan makanan.
Pemilik rumah pun segera mengambil buah pisang, dan memberikannya kepada Anak Monyet. Anak Monyet langsung memberikan baju yang ia pegang kepada pemilik rumah, kemudian melahap pisang itu.
Setelah memakan pisang, Anak Monyet pergi ke rumah penduduk lain. Olala, ia melihahat stoples kacang di meja. Alangkah senangnya Anak Monyet. Ia segera membuka tutup stoples itu.
Namun sayang, leher stoples itu ternyata sangat sempit. Stoples itu hanya muat untuk dua jarinya. Tapi, Anak Monyet tak peduli. Ia memaksakan tangannya masuk ke dalam toples.
Namun keserakahan anak monyet membuat tangannya terjebak di dalam stoples. Untuk melepaskan tangannya, Anak Monyet menggoyang-goyangkan tangannya. Ia tidak sadar bahwa ia telah menimbulkan kegaduhan. Tentu saja, suara berisik Anak Monyet membuat pemilik rumah mengetahui keberadaannya. “Tolong! Tolong! Ada monyet liar di rumahku!” teriak pemilik rumah.
Anak Monyet yang kaget pun langsung melompat lari. Namun, tangannya masih terjebak di dalam stoples, sehingga ia tak bisa berpegangan pada apa pun, dan akhirnya terjatuh.
Saat itulah, semua penduduk langsung menangkap Anak Monyet itu.
Anak Monyet menyesal, karena tidak mendengarkan nasihat pemimpin monyet.

Contoh Cerita Anak Yang Mendidik : Fabel Monyet Serakah
Tradisi Masyarakat Indonesia
- Pasola – Nusa Tenggara Timur

Pasola merupakan sebuah tradisi yang dilakukan setahun sekali oleh warga Kampung Kodi, Kampung Lamboya, Kampung Wanokaka, dan Kampung Garoa di wilayah Sumba Barat. Tradisi berupa adu ketangkasan menggunakan kuda dan lembing ini merupakan puncak acara dari Pesta Adat Nyale yang dilakukan untuk memohon restu terhadap dewa dan nenek moyang menjelang musim panen tiba. Dalam pelaksanaan Pasola, dua “Ksatria Sumba” akan menunggangi kuda dan menyerang satu sama lain menggunakan tongkat kayu. Darah yang jatuh pada arena Pasola dianggap mampu membuat tanah mereka subur sehingga hasil panen berlimpah.
2. Ikipalin di Papua

Suku Dani di Lembah Baliem, Papua, punya cara cukup ekstrem dalam mengungkapkan kesedihannya. Ketika ada anggota keluarga atau kerabat yang meninggal, mereka akan memotong jarinya. Hal ini dilakukan untuk mencegah malapetaka yang membuat nyawa hilang terulang kembali.
Ikipalin dilakukan menggunakan benda tajam, seperti pisau, kapak, parang, atau lainnya. Untungnya, seiring dengan terbukanya Suku Dani, kini mulai banyak orang yang meninggalkannya.
https://www.idntimes.com/travel/destination/reza-iqbal/tradisi-unik-masyarakat-adat-khas-indonesia/5
3. 5 Tradisi Gotong Royong di Indonesia

Indonesia dikenal sebagai negara ber-masyarakat majemuk yang terdiri dari berbagai suku, adat istiadat, agama dan kepercayaan yang berbeda- beda. Keberagaman ini kemudian menciptakan sebuah tradisi masyarakat yang lekat dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah tradisi gotong royong.
Gotong royong sendiri merupakan bentuk kerja sama kelompok masyarakat untuk mencapai hasil positif tanpa memikirkan dan mengutamakan keuntungan bagi salah satu individu atau kelompok saja, melainkan untuk kebahagian bersama. Budaya ini memiliki nilai moral yang baik dalam kehidupan masyarakat.
Namun berbicara tentang gotong royong di Indonesia, tentunya setiap daerah memiliki caranya masing-masing. Berikut adalah 5 tradisi unik gotong royong beberapa daerah di Indonesia.
Tradisi Rambu Solo’ di Toraja
Tradisi gotong royong pertama datang dari Toraja bernama Rambu Solo’. Rambu Solo’ merupakan tradisi upcara pemakaman yang sudah cukup terkenal dan melibatkan banyak orang dalam proses upacara pemakamannya. Biasanya, pertunjukan kesenian pun turut disajikan untuk memeriahkan sekaligus memberikan penghormatan terakhir untuk orang yang sudah meninggal.
Adapun pertunjukkan musik daerah dan tarian adat yang ikut mengiringi upacara pemakaman ini di antaranya Pa’Badong, Pa’Dondi, Pa’Randing, Pa’Katia, Pa’Papanggan, Passailo dan Pa’Silaga Tedong.
Upacara Rambu Solo’ mencerminkan kehidupan masyarakat Toraja yang saling tolong menolong, gotong royong dan bersifat kekeluargaan. Masyarakat Toraja menganggap kesempurnaan upacara Rambu Solo’ menjadi penentu posisi arwah orang yang meninggal. Apakah arwah tersebut menjadi arwah gentayangan (Bombo), arwah setingkat dewa (To Mebali Puang), atau menjadi arwah pelindung (Deata). Masyarakat Toraja juga meyakini bahwa tanpa adanya upacara pemakaman Rambu Solo’ akan berdampak kepada orang-orang yang ditinggalkannya yaitu berupa kemalangan. Oleh karena itu, upacara ini menjadi hal yang harus dilakukan oleh masyarakat Toraja.
Tradisi Morakka’bola di Sulawesi Selatan
Tradisi gotong royong selanjutnya datang dari masyarakat Bugis Barru, Sulawesi Selatan. Tradisi bernama Morakka’bola ini merupakan tradisi gotong royong memindahkan sebuah rumah dari satu tempat ke tempat lainnya agar terhindar dari bencana dan malapetaka. Adapun sebutan lainnya untuk tradisi Marokka’bola ini yaitu Mappalette, yang artinya mengajak warga sekitar untuk sukarela bersama-sama membantu warga lain yang akan berpindah rumah.
Tradisi ini biasanya melibatkan puluhan hingga ratusan warga untuk turut berkontribusi membantu proses pemindahan rumah. Tak hanya itu, setelah rumah selesai dipindahkan kegiatan akan dilanjutkan dengan acara syukuran atau yang dikenal Baca Barazanji.
Dari tradisi ini tercermin bahwa solidaritas itu penting dalam kehidupan masyarakat dan kebersamaan yang tumbuh dalam lingkungan tersebut menjadi nilai-nilai positif, sehingga dapat dimanfaatkan dalam pembentukan karakter bangsa.
Tradisi MarsIalapari di Mandailing
Marsialapari menjadi salah satu tradisi yang masih melekat dan sudah sejak lama dilestarikan masyarakat Mandailing, Sumatra Utara. Tradisi tolong menolong ini kerap dilaksanakan pada saat marsuaneme dan saat manyabii, atau istilah yang dikenal ketika memasuki masa menanam dan memanen padi.
Tradisi ini biasa dilakukan oleh antar saudara, kerabat, teman, maupun tetangga. Tidak mengenal laki-laki maupun perempuan, muda maupun tua. Mereka melakukan hal tersebut secara suka rela atas kesadaran sosial masing-masing.
Di samping itu, tradisi Marisalapari ini menunjukkan adanya nilai kasih sayang (holong) dan persatuan (domu) yang hidup dalam khazanah budaya masyarakat Mandailing selama ini. Sehingga tradisi ini bukanlah sekadar aktivitas dalam melakukan gotong royong semata, tetapi tradisi ini juga mencerminkan nilai-nilai budaya masyarakat Mandailing.
Tradisi Sinoman di Jawa
Ada pula tradisi Sinoman yang dapat dikatakan sebagai perwujudan dari gotong royong yang di kalangan masyarakat Jawa. Tradisi ini biasanya identik dengan acara pernikahan, namun kerap dijumpai juga pada penyelenggaraan acara lain dalam tradisi masyarakat Jawa.
Tradisi Sinoman biasanya terdiri dari ibu-ibu yang membantu di dapur dan para pemuda desa yang membantu hal lain seperti pendirian tenda atau menata kursi dan meja untuk para tamu. Namun, ketika tamu-tamu pernikahan berdatangan maka para Sinoman khususnya akan bertindak layaknya pramusaji.
Tradisi Nganggung di Kabupaten Bangka
Tardisi unik gotong royong terakhir adalah Nganggung. Nganggung merupakan salah satu aktivitas yang mencerminkan nilai-nilai kebersamaan dan tolong menolong dalam suatu desa.
Kegiatan yang dilakukan yakni membawa dulang berisi makanan ke mesjid atau langgar ketika menyambut datangnya hari besar keagamaan, menghormati orang yang meninggal dunia, atau menyambut kedatangan tamu besar.
Tradisi Nganggung ini menunjukkan bahwa masyarakat di Kabupaten Bangka sangat mengedepankan gotong royong, Adapun unsur kebersamaan di dalamnya dan tidak membedakan antara etnis satu dengan etnis lainnya.
(AGR )
Pakaian Tradisional dari Berbagai Provinsi Indonesia
- Sadariah – DKI Jakarta

Kebaya Encim dengan warna terang jadi ciri khas baju adat Betawi wanita. Biasanya ditambahkan kain batik sebagai bawahan dengan cara dililitkan pada bagian pinggang. Sedangkan pada baju tradisionalnya pria, batik dililitkan di pinggang dan dipadukan setelan hitam.
2. Payas Agung – Bali

Payas Agung adalah baju tradisional Provinsi Bali yang nggak kalah cantik. Dengan jas lengan pendek yang biasanya berwarna netral, seperti putih, krem atau cokelat untuk pria. Dan kebaya warna cerah dipadukan lilitan kain di pinggang untuk wanita. Terlihat manis dan memesona.
3. Bundo Kanduang, Limpapeh Rumah Nan Gadang – Sumatera Barat

Terlihat tertutup banget, pakaian adat Suku Minangkabau pria berupa celana kolor panjang dengan Baju Gunting Cina atau Teluk Belanga dan peci atau penutup kepala. Dan yang wanita memakai kain sarung serta kebaya panjang dengan kain yang dililitkan sebagai penutup kepala.
4. Pattuqduq Towaine – Sulawesi Barat

Suku Mandar punya baju adat yang terdiri dari jas untuk pria dan baju lengan pendek berwarna hijau, putih, ungu atau merah, untuk wanita. Bagian bawahnya mereka menggunakan kain tenun senada yang dililitkan.
5. Baju Bodo – Sulawesi Selatan

Indonesia seakan tidak habis-habisnya memamerkan beragam keindahannya, salah satunya dalam hal berpakaian. Tepatnya di Makassar, Sulawesi Selatan ada salah satu baju adat yang sudah tersohor hingga mancanegara sejak zaman dahulu kala, yaitu baju Bodo. Baju Bodo adalah pakaian adat suku Bugis-Makassar dan diperkirakan sebagai salah satu busana tertua di dunia. Perkiraan itu didukung oleh sejarah kain Muslim yang menjadi bahan dasar baju bodo.
Kain yang ditenun dari pilinan kapas yang dijalin dengan benang katun ini sudah dikenal oleh masyarakat Sulawesi Selatan, yakni pada pertengahan abad ke-9, jauh sebelum masyarakat Eropa yang baru mengenalnya pada abad ke-17. Kain Muslin memiliki rongga-rongga dan jarak benang-benangnya yang renggang membuatnya terlihat transparan dan cocok dipakai di daerah tropis dan daerah-daerah yang beriklim panas seperti Indonesia.
Sesuai dengan namanya “bodo” yang berarti pendek, baju ini memang dibuat berlengan pendek. Dahulu Baju Bodo dipakai tanpa baju dalaman sehingga memperlihatkan lekukan badan bagian dalam dari pemakainya, yang selanjutnya dipadukan dengan sehelai sarung yang menutupi bagian pinggang ke bawah badan. Namun seiring dengan masuknya pengaruh Islam di daerah Makassar, baju ini pun mengalami perubahan. Busana transparan ini kemudian dipasangkan dengan baju dalaman berwarna sama, namun lebih terang. Sedangkan busana bagian bawahnya berupa sarung sutera berwarna senada.
Baju Bodo memang pakaian tradisional khusus untuk perempuan yang dalam penggunaannya memiliki aturan berdasarkan warna yang melambangkan tingkat usia dan kasta perempuan pemakainya. Warna jingga untuk perempuan berusia 10 tahun, jingga dan merah darah untuk perempuan berusia 10 sampai 14 tahun, merah darah untuk perempuan berusia 17 sampai 25 tahun, warna putih dipakai para inang dan dukun, warna hijau khusus dipakai para puteri bangsawan, dan warna ungu dipakai oleh para janda.
Pakaian tradisional ini sering dipakai untuk acara adat, seperti upacara pernikahan. Tetapi sekarang, penggunaan Baju Bodo mulai meluas untuk berbagai kegiatan, misalnya lomba menari atau upacara penyambutan tamu-tamu kehormatan. Meski belakangan ini semakin terpinggirkan akibat pengaruh busana-busana modern, tetapi di kampung-kampung Bugis yang jauh dari perkembangan dan tren mode busana, Baju Bodo masih dikenakan oleh para pengantin perempuan saat upacara akad nikah dan resepsi pernikahan, begitu juga dengan ibu pengantin, pendamping mempelai, dan para pagar ayu.
Rumah Adat di Indonesia
- Rumah Adat Walewangko

Rumah adat yang berasal dari Sulawesi Utara ini memiliki konsep hunian rumah panggung. Materialnya berasal dari alam seperti kayu dan bambu. Biasanya, rumah Walewangko digunakan untuk kepentingan adat, seperti kumpul keluarga dan ritual budaya.
Area ruangannya pun terbagi hingga beberapa kamar. Kamar bagian depan ditempati oleh kepala keluarga dan tetua, sedangkan anggota keluarga lainnya menempati kamar selanjutnya dari yang tertua hingga termuda di kamar paling belakang.
Konsep pembagian kamar ini terjadi karena adanya prinsip orang muda harus menghormati yang tua. Tak hanya itu, kepala keluarga dan tetua juga menjadi orang yang memimpin anggota keluarga muda ketika menghadapi konflik.
2. Rumah Adat Bolon

Rumah tradisional kebanggaan suku Batak ini berbentuk rumah panggung dengan ketinggian antara tanah dan bangunan sebanyak 1,75 meter. Untuk akses masuk rumah, penghuni bisa menggunakan tangga yang ada di bagian tengah rumah.
Bangunannya dibagi menjadi dua, ruma sebagai tempat tinggal dan sopo sebagai lumbung padi. Pondasi rumahnya menggunakan tipe cincin di mana batu sebagai tumpuan kolom kayu yang ada di atasnya. Atapnya menggunakan atap ijuk dengan desain atap pelana untuk menghalau terpaan angin kencang.
3. Rumah Adat Tongkonan

Rumah adat Tongkonan adalah rumah adat masyarakat Toraja. Tongkonan berasal dari kata Tongkon yang artinya duduk bersama-sama. Dengan model atap melengkung menyerupai perahu, terdiri atas susunan bambu (namun saat ini sebagian tongkonan meggunakan atap dari seng).
Di bagian depan terdapat deretan tanduk kerbau. Banyaknya tanduk kerbau menunjukkan status sosial si pemilik rumah adat ini. Di dindingnya pun terdapat relik hewan dan tumbuhan yang sangat eksotik.
4. Rumah Adat Kalimantan Barat “Rumah Panjang”

Suku Dayak memiliki rumah tradisional bernama Rumah Panjang yang ditetapkan sebagai rumah adat Kalimantan Barat. Sesuai namanya, rumah panggung ini berukuran sangat panjang, hingga 180 meter serta lebar 30 meter, dengan tangga lebar dan tiang yang tinggi.
Terdapat tiga komponen utama dalam Rumah Panjang, yaitu hejot (tangga) yang berjumlah ganjil, badan rumah yang terbuat dari kayu ulin, dan ubin dari batang bambu dan pinang. Rumah Panjang menghadap timur dan barat sebagai simbol sifat suku Dayak yang merupakan pekerja keras.
5. Rumah Betang Di Kalimantan Tengah

Setiap daerah memiliki seni dan budayanya masing-masing, termasuk dalam hal bentuk tempat tinggal. Di Kalimantan Tengah, tempat tinggal masyarakat adat setempat adalah berupa rumah panjang yang berbentuk rumah panggung bernama Rumah Adat Betang. Biasanya Rumah Betang memiliki ketinggian tiga sampai lima meter dari permukaan tanah. Rumah Betang ini dihuni oleh Suku Dayak yang mayoritas hidup berkelompok membentuk koloni dari anggota keluarga mereka.
Jumlah anggota keluarga yang banyak, mempengaruhi bentuk dan ukuran dari rumah yang ditempati. Rumah dibuat panjang dan besar untuk menampung seluruh anggota keluarga besar. Cara hidup bersama seperti ini merupakan kebiasaan yang sudah lama dipraktekkan secara turun -temurun. Suku Dayak sendiri merupakan suku asli yang tinggal di Kalimantan. Suku ini tersebar di Kalimantan dan sebagian di Malaysia.
Bagi Suku Dayak, Rumah Betang dibangun bukan sekedar untuk tempat tinggal belaka. Tetapi lebih dari itu Rumah Betang Suku Dayak memiliki fungsi lain dengan nilai adat yang tinggi. Rumah Betang selalu berbentuk panggung dan panjang sesuai dengan namanya. Bentuk ini dipilih bukan tanpa alasan. Bentuk rumah betang yang berbentuk panggung berfungsi untuk:
- Menghindarkan rumah dari ancaman banjir. Karena di Kalimantan banyak terdapat sungai, maka umumnya Rumah Betang Suku Dayak di bangun di pinggir sungai. Air sungai sering meluap di musim penghujan bisa menimbulkan banjir.
- Melindungi penghuninya dari gangguan binatang buas.
- Melindungi para penghuni dari serangan musuh.
Jawaban Kuis Berbagi Pengalaman Strategi Pelaksanaan Pembelajaran
Pada bagian ini Bapak / Ibu diminta untuk berbagi dengan teman sejawat. Esensinya adalah untuk memperkaya wawasan Bapak / Ibu dan memberikan informasi penting dalam pembelajaran yang melibatkan PDBK di kelas/sekolah inklusif.
1. Bagaimana pengalaman Anda dalam memilih strategi untuk pelaksanaan pembelajaran dalam seting pendidikan inklusif, atau ketika dihadapkan dengan kelas yang memiliki peserta didik yang beragam?
Jawab : Siswa beragam harus dilayani secara beragam dalam pembelajaran, dengan memenuhi kebutuhan (cara belajar) siswa. Membuat pembelajaran dalam bentuk fragmen-fragmen kecil dengan kegiatan yang memenuhi tipe-tipe siswa belajar. Menggunakan metode pembelajaran yang tepat. Memperlakukan siswa secara adil. Memberikan motivasi yang tepat. Membangun komunikasi yang baik. Ciptakan suasana belajar yang nyaman
2. Jelaskan menurut anda apakah strategi pembelajaran yang anda laksanakan sudah mampu mengakomodasi keberagaman perserta didik di kelas anda? Jika sudah ceritakan faktor-faktor apa saja yang mendukungknya, dan jika belum jelaskan apa saja yang menjadi tantangannya?
Jawab : strategi yang dilaksanakan belum secara optimal mengakomodasi keberagaman peserta didik kareana keterbatasan pengetahauan dan kemampuan guru, media, dan jumlah keberagaman dari peserta didik
3. Apakah dalam strategi pemebelajaran yang anda buat sudah dilakukan, menggunakan prinsip-prinsip UDL, jika sudah pada bagaian mana dan jelaskakan? Jika belum, menurut anda apa yang anda bisa lakukan agar prinsip-prinsip UDL tersebut bisa diimplementasikan dalam strategi pembelajaran yang anda buat?
Jawab : Sudah sebagian menggunakan prinsip-prinsip UDL seperti :
- Multiple means of engagement. Menyediakan berbagai cara keterlibatan untuk mendukung pembelajaran afektif (yaitu, mengapa kita belajar): Mempertimbangkan bagaimana melibatkan peserta didik guna merangsang minat dan memotivasi dalam belajar melalui kegiatan seperti pembelajaran kolaboratif, permainan dan simulasi, nyata dan virtual.
- Multiple means of representation. Menyediakan berbagai sarana yang representatif untuk mendukung cara kita memberikan makna pada pembelajaran (menyediakan konten melalui berbagai cara, seperti diskusi, bacaan, teks digital, dan presentasi multimedia)
- Multiple means of action and expression. Menyediakan berbagai cara yaitu berupa tindakan dan ekspresi sebagai upaya dalam mendukung cara belajar yang strategis (yaitu, bagaimana kita belajar): Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menunjukkan pemahaman mereka dalam berbagai cara seperti melalui tes atau makalah, melalui seni, presentasi multimedia, dan rekaman digital.
Strategi Pelaksanaan Pembelajaran dalam Setting Pendidikan Inklusif
Selamat datang di Sesi 4, Sesi tentang Strategi Pelaksanaan Pembelajaran dalam seting pendidikan inklusif.
Sebelum mengikuti aktivitas-aktivitas pada sesi ini, silakan mempelajari tujuan belajar, kompetensi dasar, dan indikator pencapaian kompetensi berikut agar Anda sudah berkomitmen pada tujuan sesi ini dalam menjalankan setiap aktivitas nanti.
Tujuan
Peserta mampu memanfaatkan PBS dan rencana pembelajaran yang didasarkan pada kerangka UDL guna membuat strategi pelaksanaan pembelajaran yang dapat mengakomodasi keberagaman peserta didik termasuk didalamnya peserta didik penyandang disabilitas dalam seting pendidikan inklusif dan mensimulasikannya.
Kompetensi Dasar
Mengimplementasikan rencana pembelajaran dengan memilih strategi yang dapat mengoptimalkan potensi yang dimiliki peserta didik dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik penyandang disabilitas atau peserta didik berkebutuhan khusus.
Indikator Pencapaian Kompetensi
- Memilih strategi yang tepat untuk mengoptimalkan potensi peserta didik penyandang disabilitas.
- Memilih strategi yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik penyandang disabilitas
- Memilih strategi yang tepat untuk mereduksi hambatan atau kesulitan peserta didik penyandang disabilitas
- Memilih strategi yang sesuai untuk membelajarkan peserta didik penyandang disabilitas
- Menunjukkan bukti simulasi rancangan pembelajaran dalam seting pendidikan inklusif berupa rekaman video.