Monyet Serakah

Pintar Bahasa Indonesia

Monkey eating bananas

Musim kemarau telah datang. Pohon-pohon di hutan mulai mengering. Akibatnya, persediaan makanan semakin menipis.

Di hutan itu, tinggal sekawanan monyet. Mereka hidup rukun dan damai. Namun, saat musim kemarau datang, mereka mulai memisahkan diri.

Ada yang pergi ke desa dekat hutan untuk mencuri makanan. Ada pula yang pindah ke hutan lain.

Suatu hari, pemimpin monyet mengumpulkan kawanannya di sebuah pohon besar, tempat mereka tinggal.

“Wahai, kawanan monyet. Jangan ada yang meninggalkan hutan ini. Di luar sana sangat berbahaya bagi kita semua,” seru pemimpin monyet.

Kawanan monyet itu pun mendengarkan pemimpin mereka, kecuali seekor anak monyet. Anak Monyet itu sangat nakal. Ia tak mau mendengar ucapan pemimpin monyet. Justru, Anak Monyet berencana akan ke rumah penduduk.

Rupanya, minggu lalu, Anak Monyet sudah pergi ke rumah penduduk. Di sana ada banyak sekali makanan. Anak Monyet pun merasa sangat senang. karena ia tak perlu kelaparan seperti kawanan monyet lain. Makanya, ia ingin kembali ke sana.

Hari ini, Anak Monyet pergi ke rumah penduduk. Ia sudah sangat lapar. Namun, ketika ia masuk ke salah satu rumah penduduk, tidak ada makanan sama sekali di sana. Ia hanya menemukan sepotong baju di kursi.

Tiba-tiba, muncul pemilik rumah. Ia melihat bajunya dipegang Anak Monyet. Ia pun meminta bajunya dari Anak Monyet. Namun, Anak Monyet tak mau menyerahkannya, kecuali ditukar dengan makanan.

Pemilik rumah pun segera mengambil buah pisang, dan memberikannya kepada Anak Monyet. Anak Monyet langsung memberikan baju yang ia pegang kepada pemilik rumah, kemudian melahap pisang itu.

Setelah memakan pisang, Anak Monyet pergi ke rumah penduduk lain. Olala, ia melihahat stoples kacang di meja. Alangkah senangnya Anak Monyet. Ia segera membuka tutup stoples itu.

Namun sayang, leher stoples itu ternyata sangat sempit. Stoples itu hanya muat untuk dua jarinya. Tapi, Anak Monyet tak peduli. Ia memaksakan tangannya masuk ke dalam toples.

Namun keserakahan anak monyet membuat tangannya terjebak di dalam stoples. Untuk melepaskan tangannya, Anak Monyet menggoyang-goyangkan tangannya. Ia tidak sadar bahwa ia telah menimbulkan kegaduhan. Tentu saja, suara berisik Anak Monyet membuat pemilik rumah mengetahui keberadaannya. “Tolong! Tolong! Ada monyet liar di rumahku!” teriak pemilik rumah.

Anak Monyet yang kaget pun langsung melompat lari. Namun, tangannya masih terjebak di dalam stoples, sehingga ia tak bisa berpegangan pada apa pun, dan akhirnya terjatuh.

Saat itulah, semua penduduk langsung menangkap Anak Monyet itu.

Anak Monyet menyesal, karena tidak mendengarkan nasihat pemimpin monyet.

Contoh Cerita Anak Yang Mendidik : Fabel Monyet Serakah

Diterbitkan oleh KangGuru Channel

Belajar dari pengalaman, mengajar dan belajar jika kita bersungguh-sungguh maka akan berhasil. Janganlah mengeluh dan teruslah belajar untuk menggapai cita-cita.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai